Tahfiz Al-Qur’an Jadi Upaya Pembentukan Karakter Santri di Syamsul ‘Ulum Muhammadiyah Bandung

Bandung – Program tahfiz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Muhammadiyah Syamsul ‘Ulum, Ujung Berung, tidak hanya ditujukan untuk menambah hafalan santri. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (02/10/2026) di masjid tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter melalui pembiasaan ibadah dan kedisiplinan.

Kegiatan tahfiz diikuti santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas 7, 8, dan 9. Para santri dibagi ke dalam tiga halaqah pada setiap kelas untuk mengikuti proses pembelajaran dan setoran hafalan Al-Qur’an.

Kepala Madrasah MTs Muhammadiyah Syamsul ‘Ulum, Ustaz Muhammad Aziz Sudibyo, mengatakan pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, karakter santri dibentuk melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin.

“Jadi bagaimana mereka membentuk karakter yang baik, ini harus melalui sebuah pembiasaan” ujar Ustaz Aziz.

Program tersebut dilaksanakan secara rutin dari Selasa hingga Jumat. Selain tahfiz, santri juga mengikuti salat duha dan salat zuhur berjamaah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), khususnya dalam menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam program tahfiz, santri memiliki target hafalan selama tiga tahun. Kelas 7 ditargetkan menghafal Juz 30, kelas 8 Juz 29, dan kelas 9 Juz 28. Santri yang mampu menyelesaikan target tersebut dapat melanjutkan hafalan ke Juz 1.

Untuk santri kelas 7, proses pembelajaran diawali dengan tahsin selama satu semester. Tahsin dilakukan untuk memperbaiki bacaan dan makhraj huruf sebelum santri mulai menyetorkan hafalan.

Hafalan yang diperoleh santri juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Beberapa santri diberi kesempatan menjadi imam salat Magrib dan Isya. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan kemampuan yang mereka peroleh dari program tahfiz.

Melalui pembiasaan tersebut, program tahfiz di Syamsul ‘Ulum tidak berhenti pada pencapaian jumlah hafalan. Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, membiasakan ibadah, serta melatih santri agar mampu menerapkan hafalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Muhammad Haikal Sinatria, Shiffa Ainun Ulfiyah / UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Salam

Admin Pesantren Muhammadiyah Syamsul Ulum

×